Dalil Naqli berkenaan Haji dan Umroh didalam Alquran serta Hadits

Dalil Naqli berkenaan Haji dan Umroh didalam Alquran serta Hadits

Umat Muslim yang sudah siap dan mampu secara finansial, jasmani, dan juga rohani, diperintahkan untuk lakukan ibadah haji dan umroh. hal ini sebagaimana dalil naqli mengenai haji dan umroh yang tertuang di Alquran maupun hadits.

Sebelum mengetahui apa dalil berkenaan haji dan umrah, pahami pernah apa pengertian kedua ibadah berikut Mengutip buku Ensiklopedia Fikih Indonesia: Haji dan Umrah oleh Ahmad Sarwat, haji adalah mendatangi Ka’bah untuk kerjakan amalan-amalan tertentu dengan kemauan ibadah.

Sedangkan, umroh disebut juga bersama dengan haji kecil. Itu karena hanya beberapa ritual haji yang dilakukan di dalam ibadah umroh, yakni tawaf dan sa’i.

Hukum menunaikan ibadah haji adalah fardhu ‘ain atau harus bagi yang bisa sedang umroh merupakan ibadah sunnah. lantas apakah dalil yang tunjukkan perintah haji dan umrah? simak penjelasannya berikut ini.
Baca juga Pengertian Badal Umroh dan Syarat Pelaksanaannya

Dalil Naqli tentang Haji dan Umroh

Apa Dalil Naqli berkenaan Ibadah Haji?

Seperti yang disebutkan, ibadah haji perlu hukumnya bagi seorang Muslim yang sudah bisa baik secara finansial, jasmani, maupun rohani. Dalil basic hukum ibadah haji terletak dalam surat Ali Imran ayat 97 yang artinya:

“Di sana terletak beberapa ciri yang memahami (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah kerjakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.”

Perintah haji termasuk tertera didalam hadits. berasal dari Ibnu Umar, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Islam itu didirikan atas lima perkara, yakni bersaksi bahwa tidak datang Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa antara bulan Ramadhan, menunaikan ibadah haji ke Baitullah bagi yang mampu melakukannya.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

Haji merupakan rukun Islam yang kelima. Mengutip buku Ibadah Haji Rukun Islam Kelima tulisan Muhammad Ajib, ibadah haji dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yakni kala wukuf di Arafah. gara-gara wukuf di Arafah merupakan keliru satu inti berasal dari ibadah haji itu sendiri.

Dalam alur ibadahnya, terletak rukun dan perlu haji yang perlu ditunaikan andaikata rukun haji ditinggalkan, ibadahnya dikira tidak sah. Dan andaikan jemaah tidak kerjakan wajib haji, ibadahnya tetap sah, tetapi ia perlu membayar dam atau denda.

Rukun haji terdiri berasal dari enam, yaitu:
Ihram, yakni punya niat Mengerjakan ibadah haji bersama pakai baju ihram dan meninggalkan seluruh yang dilarang didalam pelaksanaan haji.
Wukuf di Arafah, berdiam diri di padang Arafah untuk berdoa atau melaksanakan ibadah lainnya.
Tawaf Ifadah, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali.
Sa’i, yaitu jalan kaki atau berlari-lari kecil di pada bukit Shafa dan Marwa sebanyak 7 kali.
Tahallul, yaitu bercukur atau menggunting rambut.
Tertib
Yang termasuk wajib haji adalah sebagai berikut:

Ihram dari Miqat.
Mabit di Muzdalifah, yaitu istirahat sejenak antara malam hari di Muzdalifah setelah wukuf di Arafah.
Mabit di Mina, yakni bermalam di Mina agar lebih siap ketika melempar jumrah Aqabah
Melempar jumrah
Meninggalkan tingkah laku yang dilarang didalam keadaan ber-ihram.
Tawaf Wada’, yakni tawaf teranyar atau tawaf perpisahan.

Apa Dalil berkenaan Umroh?

Mengutip buku Dahsyatnya Umrah oleh DR. Khalid Abu Syadi, umroh menurut syara’ adalah singgah ke Baitul Haram untuk Mengerjakan tawaf bersama melingkari Ka’bah dan melakukan sa’i antara bukit Shafa dan Marwah.

Berbeda dengan haji yang pelaksanaannya terikat pas ibadah umroh bisa dilaksanakan kapan saja. Apa dalil yang menyebutkan tentang umrah? basic hukumnya terletak antara surah Al Baqarah ayat 196.

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. tetapi jika anda terkepung (oleh musuh), maka (sembelihlah) hadyu yang gampang didapat, dan jangan anda mencukur kepalamu, sebelum saat hadyu hingga di sarana penyembelihannya…”
Baca termasuk 20 Ucapan Selamat Umroh untuk Orang Tua
Umat Islam berjalan keluar masjid usai melaksanakan ibadah Shalat Dzuhur di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Kamis (27/10/2022). Foto: Rivan Awal Lingga/Antara Fotozoom-in-white
Perbesar
Umat Islam jalan muncul masjid usai melaksanakan ibadah Shalat Dzuhur di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Kamis (27/10/2022). Foto: Rivan Awal Lingga/Antara Foto
Karena tata langkah umroh tidak sebanyak haji, durasi pelaksanaannya pun lebih singkat. biasanya ibadah hanyalah ini dikerjakan sepanjang dua atau tiga jam saja.
Rukun umroh hampir sama juga dengan haji, sebatas saja umroh tidak membutuhkan wukuf di Arafah, mabit di Mina, dan melempar jumroh. Rukun umroh terdiri dari:
Niat ihram di miqat
Tawaf
Sa’i
Tahallul
Tertib
Sedangkan harus umrah terdiri dari:
Niat umroh dari miqot.
Meninggalkan larangan sepanjang ihram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *