Perhatikan Mulut Anda Mencegah Penyakit Gusi

Jika Anda memilikinya, Anda tidak sendirian. Banyak orang dewasa secara nasional memiliki beberapa bentuk penyakit gusi. Ini hanya dapat menyebabkan gusi bengkak atau membuat Anda bau mulut. Itu juga dapat merusak senyum Anda atau bahkan membuat Anda kehilangan gigi. Kabar baiknya, penyakit gusi bisa dicegah dengan perawatan gigi setiap hari.

Perhatikan Mulut Anda Mencegah Penyakit Gusi

Masalahnya dimulai dengan bakteri. Mulut kita penuh dengan mikroba kecil ini. Mereka bergabung dengan lendir dan partikel lain untuk membentuk lapisan yang lengket dan tidak berwarna — disebut plak — di gigi kita. Menyikat gigi dan flossing dapat menghilangkan beberapa plak. Tapi yang tersisa bisa mengeras dan membentuk karang gigi , endapan kekuningan yang bisa menjadi sekeras batu.

Penumpukan plak dan karang gigi dapat menyebabkan penyakit gusi — secara teknis dikenal sebagai penyakit periodontal. Jenis penyakit gusi yang paling umum dan ringan disebut gingivitis. Gusi menjadi merah dan bengkak, serta mudah berdarah. Menyikat gigi setiap hari dan flossing serta pembersihan rutin oleh dokter gigi biasanya dapat menyembuhkan radang gusi.

Jika gingivitis tidak diobati, itu bisa menjadi jenis penyakit gusi yang lebih parah yang disebut periodontitis. Gejala periodontitis meliputi bau mulut yang tidak kunjung hilang gusi yang merah, bengkak, lunak atau berdarah; mengunyah yang menyakitkan; dan gigi longgar atau sensitif.

Pada periodontitis, gusi terlepas dari gigi dan membentuk “kantong” yang terinfeksi. Racun bakteri dan respons alami tubuh Anda terhadap infeksi mulai memecah tulang dan jaringan lunak yang menahan gigi. Jika tidak diobati, jaringan akan hancur. Gigi Anda akhirnya bisa menjadi longgar dan harus dicabut. Jika Anda menderita periodontitis, dokter gigi Anda mungkin merekomendasikan metode pembersihan mendalam yang disebut scaling dan root planing. Dalam kasus yang lebih parah, Anda mungkin memerlukan pembedahan.

Kebanyakan orang tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit gusi sampai mereka berusia 30-an atau 40-an. Namun bertambahnya usia tidak selalu berarti Anda akan terkena penyakit gusi. Perawatan gigi harian dan kunjungan rutin ke dokter gigi dapat mengurangi risiko penyakit gusi.

Merokok sangat meningkatkan risiko periodontitis — alasan lain untuk tidak merokok. Faktor lain yang meningkatkan risiko Anda termasuk perubahan hormon pada wanita, obat-obatan tertentu, dan beberapa penyakit seperti diabetes, kanker, dan AIDS.

Peneliti yang didukung NIH sedang bekerja untuk mempelajari lebih lanjut tentang mencegah dan mengobati masalah gusi. Beberapa sedang mengeksplorasi apakah sel punca dapat membantu memulihkan jaringan yang rusak yang menopang gigi. Yang lain sedang mencari gen dan protein yang diproduksi oleh tubuh kita dan oleh bakteri di mulut kita untuk melihat bagaimana interaksi mereka mempengaruhi kesehatan gusi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyakit gusi dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke atau menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Namun sejauh ini, belum dipastikan bahwa penyakit gusi berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

Meski banyak aspek penyakit gusi masih diselidiki, satu hal yang jelas: mengendalikan penyakit gusi bisa menyelamatkan gigi Anda. Itu saja sudah merupakan alasan yang sangat baik untuk merawat gigi dan gusi Anda dengan baik setiap hari.

Tulisan ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *